oleh

Pelaku Pembantai Umat Muslim di Mesjid Selandia Baru Divonis Hukuman Seumur Hidup

PEKANBARUTODAY.com – Pengadilan Selandia baru menjatuhkan hukuman terberat yang pernah ada di negeri Kiwi tersebut. Dari awal agenda Persidangan pembacaan dakwaan, Jaksa Penuntut Mark Zarifeh mendakwa seorang pelaku teror yang melakukan penembakan massal secara kejam terhadap jemaah masjid di Selandia Baru tahun 2019 lalu.

Brenton Tarrant (28) dijerat dengan dakwaan pembunuhan terkait pembantaian 51 orang di 2 buah masjid di kota Christchurch, Selandia Baru.

Sebagai informasi, dasar hukum di Selandia Baru menyatakan jika seseorang terbukti melakukan pembunuhan mereka akan dikenai hukuman penjara minimal 10 tahun. Belum lagi termasuk dakwaan hukuman yang mengatur tindakan Terorisme, dan juga dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa.

Beberapa pakar hukum juga menilai kejahatan yang dilakukan Tarrant sangat ekstrem. Dan Ada kemungkinan hakim bisa menjatuhkan hukuman terberat, semenjak negeri itu menghapus hukuman mati pada 1961.

Ternyata benar Hakim Cameron Mander memvonis terdakwa hukuman seumur hidup. Serta untuk pertama kalinya hukuman yang tidak adanya istilah bebas bersyarat dalam sebuah perkara pembunuhan

“Kau tidak punya rasa kasih. Perbuatanmu itu kejam dan brutal. Kau sama sekali bukanlah manusia,” tegas Hakim Mander dalam putusannya.

Sedangkan Penasehat Hukum yang mendampingi Terdakwa Pip Hall mengatakan “Dia dijatuhi hukuman penjara dalam waktu panjang tanpa diberikan bebas bersyarat. dan dia tidak akan menentang atas vonis ini, ” seperti AFP yang dikutip The Guardian saat persidangan, Selasa (27/8).

Sedangkan terdakwa Tarrant hanya mengucapkan “Tidak Ada, Terima kasih,” saat diberikan kesempatan berbicara oleh hakim di sidang putusan.

Dilansir Reuters, Tarrant sudah didakwa melakukan pembunuhan oleh pengadilan Selandia Baru. Ia bahkan tidak meminta jaminan dalam persidangannya itu dan menolak diwakilkan oleh kuasa hukum.

Sejauh ini, hukuman penjara terberat yang pernah dijatuhkan di Pengadilan Selandia Baru ada pada tahun 2001. Yaitu terhadap William Bell, seorang pelaku 3 kasus pembunuhan dan dihukum selama 30 tahun penjara. (P3)